Kamis, 03 Januari 2019

Contoh Writing IELTS


Online Games

Recently nowadays many teenagers addicted to online games. This essay will discuss about the main reasons of this phenomenon and afterwards will describe about some possible effects of the problem.
There are many thing which can cause the teenagers nowadays addicted to online games. I believe that the main causes of this problem is that the teenagers nowadays are more interested to play online games than sort out their homework or helping their parents at home. This can be caused by development of online games that are a trend among teenagers today. So, many teenagers today are competing to be able to excel in this online game. And they assume that online game have become their lifestyle wherever they are at home or at school. And they can be proud of playing this online games.
The possible effects of this problem include mind health problem and physical health problem particularly eye health. First of all, the frequency of playing online games can make decrease for our health. First, the example for our mind health, the frequency of playing online games can make addiction and decrease intelligence. And secondly, about physical health its can cause the eyelids bigger and blackened. Thirdly, for our eye health, the addiction of playing online games make decrease eye quality caused too long in front of computer screen.
In conclusion, addicted to playing online games is a big problem that affects a lot of people recently. It is mainly because of lifestyle trends among teenagers today, which make them careless about health.


Ilmu Alamiah Dasar (IAD)


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ilmu pengetahuan alam bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan salah satu ciri khas manusia.Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda di sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya sendiri.
Rasa ingin tahu itu tidak dimilik oleh makhluk lain. Jelas kiranya bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti batu, tanah, api, angina dan sebagainya. Angin dan udara memang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya tetapi sekedar akibat dari pengaruh  alamiah yang bersifat kekal.
Bagaimana dengan binatang yang menunjukkan adanya kehendak berpindah (eksplorasi) dari satu tempat ke tempat yang lain?Bagaimana dengan manusia? Manusia juga memiliki instink seperti yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan.Namun, manusia memiliki kelebihan, yaitu kemampuan berpikir tidak tetap seperti itu sepanjang zaman. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang berkembang atau dengan kata lain, manusia mempunyai kemampuan berpikir.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri.Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari seperti bercocok tanam atau membuat panah atau lembing yang lebih efektif untuk berburu, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-hal yang menyangkut keindahan.
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan tampak lebih nyata bahwa manusia berbeda dari pada hewan.Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk selainnnya.


B.  Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, dapat kita ambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Hakikat manusia dan sifat keingintahuannya?
2.      Perkembangan fisik, sifat dan fikiran manusia?
3.      Bagaimana sejarah pengetahuan manusia ?
C. Tujuan pembahasan
1.      Untuk mengetahui hakikat manusia dan sifat keingintahuannya.
2.      Untuk mengetahui perkembangan fisik, sifat dan fikiran manusia.
3.      Untuk mengetahui sejarah pengetahuan manusia.



                                                                                                










BAB II
PEMBAHASAN
a.      Hakikat manusia dan sifat keingintahuannya
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang berfikir (Homo sapiens). Hal ini disebabkan sifat ingin tahu manusia yang besar, selalu bertanya tentang siapa, apa, bagaimana, kapan, dimana mengapa dan sebagainya. Tuhan memberi manusia kemampuan berbicara (Homo languens) hingga mampu menyampaikan pertanyaan dan pendapatnya kepada manusia lain. Manusia juga mampu membuat alat (Homo faber) yang dapat membantunya mencari nafkah, seperti kemampuan manusia membuat jaring ikan, panah untuk berburu, pisau, api untuk memasak dsb. Manusia memiliki rasa keindahan akan sesuatu(Homo aesteticus) sehingga munculah para perancang bangunan, model pakaian, adat istiadat suatu daerah dsb. Manusia juga mampu melakukan jual beli (Homo economicus) seperti yang terjadi di pasar manusia melakukan jual beli terhadap hasil kerjanya. Manusia diberi kelebihan dalam segala hal dibanding makhluk lain.
Manusia adalah makhluk religius, yang percaya akan adanya Tuhan yang maha adil. Manusia merupakan mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT.Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi.Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi.Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia.
Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman.Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT.{Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.}(Q. S. Al-Jatsiyah: 13). {Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar.Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang.}(Q. S. Ibrahim: 33). {Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan atas kehendak-Nya.}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia.Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.
Manusia dengan rasa keingintahuannya yang besar selalu berusaha mencari jawaban atas fenomena yang terjadi.Seringkali mereka menerka-nerka sendiri jawabannya.Terkadang jawaban itu tidak logis, namun mudah diterima oleh masyarakat awam.Misalnya “mengapa ada pelangi?” kemudian mereka membuat jawaban bahawasannya pelangi adalah selendang bidadari atau “mengapa gunung meletus?” jawabannya karena yang berkuasa marah.Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa.Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos.
Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui pendekatan non-ilmiah (sains semu) ataupun ilmiah. Cara memperoleh pengetahuan dengan pendekatan sains semu dilakukan dengan mengandalkan perasaan. Keyakinan tanpa iikuti proses pemikiran yang cermat. Pengetahuan yang diperoleh bisa jadi benar bisa jadi salah serta tidak efisien karena harus mencoba tanpa dasar dan kalaupun benar seringkali hanya kebetulan saja.
b.   Perkembangan fisik, sifat dan fikiran manusia
Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya secara bertahap menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom sperma yang identik dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak homolog yang akan menjadi laki-laki.
Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut yang selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9. Sedangkan pada minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan berfungsinya berbagai organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa gerakan dari janin.
Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan kepala di bawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakan semakin berkurang.Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja.
Perubahan fisik yang sangat nyata, terjadi pada saat pubertas, yang ditandai di antaranya dengan tanda kedewasaan berupa tumbuhnya rambut pada daerah-daerah tertentu dan fungsi organ-organ reproduksi (organ genitalia).
Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh orang tua dan lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.
Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat cepat, dari belajar, makan, berbicara dan berjalan. Pada usia 2 7 tahun rasa ingin tahu akan makin besar. Masa remaja merupakan masa pertentangan dengan dirinya maupun dengan orang dewasa, karena selalu berusaha untuk memposisikan diri sebagai orang dewasa walaupun secara emosional belum memadai. Selanjutnya, setelah usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu yang bertanggung jawab.
Dari sekian banyak ciri-ciri manusia sebagai makhluk hidup, akal budi dan kemauan keras itulah yang merupakan sifat unik manusia.
Rasa ingin tahu, juga merupakan salah satu ciri khas manusia.Ia mempunyai kemampuan untuk berpikir sehingga rasa keingintahuannya tidak tetap sepanjang zaman. Karena apa? Karena manusia akan selalu bertanya apa, bagaimana dan mengapa begitu. Manusia juga mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru sehingga menjadi pengetahuan yang lebih baru.
Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini.
Manusia yang mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam mencoba menjawab dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering upaya itu tidak terjawab secara memuaskan.Pada manusia kuno untuk memuaskan mereka menjawab sendiri.Misalnya kenapa ada pelangi mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau kenapa gunung meletus jawabannya karena yang berkuasa marah.Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa.Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos.Cerita-cerita mitos disebut legenda.Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi.Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode ilmiah.
Puncak pemikiran mitos adalah pada zaman Babilonia yati kira-kira 700-600 SM. Orang Babilonia berpendapat bahwa alam semesta itu sebagai ruangan setengah bola dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dan bintang-bintang sebagai atapnya. Namun yang menakjubkan mereka telah mengenal bidang ekleptika sebagai bidang edar matahari dan menetapkan perhitungan satu tahun yaitu satu kali matahari beredar ketempat semula, yaitu 365,25 hari. Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babilonia setengahnya merupakan dugaan, imajinasi, kepercayaan atau mitos pengetahuan semacam ini disebut Pseudo science (sains palsu).
c.    Sejarah pengetahuan manusia
Manusia selalu merasa ingin tahu maka sesuatu yang belum terjawab dikatakan wallahualam, artinya Allah yang lebih mengetahui atau wallahualam bissawab yang artinya Allah mengetahui sebenarnya.Perkembangan lebih lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri jawabannya.
A. Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif (tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika.Mitologi ialah pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos.Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.
Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos sebenarnya, cerita rakyat dan legenda.Mitos timbul akibat keterbatasan pengetahuan, penalaran dan panca indera manusia serta keingintahuan manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.
Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap.
Tonggak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah Thales (624-546) seorang astronom, pakar di bidang matematika dan teknik.Ia berpendapat bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya memantulkan sinar matahari, dan lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya seperti Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya.











BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu. Hewan juga mempunyai rasa ingin tahu akan tetapi tidak berkembang. Segala aktivitasnya didorong oleh instink itu dengan tujuan untuk melestarikan hidupnya. Untuk itulah mereka mencari makan, melindungi diri dan berkembang biak.
Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang.Akumulasi dari segala yang mereka dapat dari usahanya mendapatkan jawaban dari keingintahuannya itu merupakan pengetahuan-nya.Pengetahuan manusia selalu berkembang.Ia selalu tidak puas dengan fakta tetapi ingin tahu juga tentang apa, bagaimana dan mengapa demikian.
Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Saran
Manusia secara alamiah, memiliki perkembangan sifat dan fikiran yang berbeda-beda. Untuk itulah demi menjaga imu pengetahuan dalam fikiran manusia maka hendaknya kita sebagai manusia selalu mengasah kemampuan berfikir kita, mengoptimalkan kemampuan otak dan mencari ilmu pengetahuan dengan cara yang di ridhai Allah SWT sebagai wujud rasa syukur kita kepada sang khalik.







DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an
Ahnadi, A., dan supanto, A. 2018. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Monks, F.J., knoers A.M.P, Haditono, Siti Rahayu. 1982. Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press
Puspita, Laras Dwi. 2013. Bagaimana Alam Pikiran Manusia Berkembang (Online).http://larasdwip.blogspot.com/. Diakses pada tanggal


Akronim




"AKRONIM"


BAB I
PENDAHULUAN 

        
A.    LATAR BELAKANG

Akronim berlembang pesat dalam pengguanaan bahasa Indonesia.Perkembangan itu dapat berupa perkembangan secara linguistic maupun sosio-politis.Secara linguistic, maupun sosio-politis.Secara linguistic, perkembangan itu merupakan hal wajar, namun sering tidak taat asas sehingga berpengaruh pada keilmiahannya. Secara sosiologis, akronim di samping berfungsi sebagai pemendekan frase atau nama, akronim juga berfungsi sebagai semboyan dan media humor. Secara politis, pelembagaan akronim didasarkan pada alasan: a.) mengkomunikasikan identitas (daerah), b.)dorongan spiritual nasionalis dan religious, dan c.) pemitosan pada masa lalu.
Dari waktu ke waktu penggunaan bahasa Indonesia sering disibukkan dengan kehadiran akronim, inisialisme, dan singkatan. Erkelens dalam Pasmidi (1992: ix) mengatakan bahwa tingkat penggunaan akronim, inisialisme, dan singkatan cukup mencengangkan. Setiap bulan diterangai ada 450 jenis akronim baru bermunculan.Di samping perkembangan yang bersifat ilmiah, terdapat perkembangan yang terlembagakan dan bersifat sosio-politis.Di lingkungan daerah terdapat gejala pengakroniman semboyan daerah.Setiap kabupaten/kota “diharuskan” memiliki semboyan daerah yang diakronimkan.Semakin membengkaknya jumlah akronim, inisial, dan singkatan ini memunculkan tafsiran ganda.Dengan demikian, apakh kita termasuk orang-orang semakin kretif ataukah orang-orang yang suka menggampangkan persoalan?
Akronim sebagai salah satu gejala perkembangan bahasa yang sedang melanda bahasa Indonesia sering terhambat, bahkan menyumbat jaringan komunikasi antara penulis/pembicara dengan pembaca/penyimak. Dalam perkembangannya inilah akronim melahirkan berbagai masalah.Masalahnya adalah apakah bahasa atau akronim yang digunakan sesuai dengan fungsinya atau tidak.Kemudian, apakah penggunaan akronim tersebut sesuai dengan kaidah yang berlaku atau tidak. Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah apakah akronim yang digunakan sudah mampertimbangkan dari segi sosio-politiknya. Tentu banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan akronim tersebut baik dari segi aying al, maupun sosio-politiknya. Perkembangan-perkembangan akronim dalam bahasa Indonesia ini tentu perlu terus didorong sesuai dengan perkembangan masyarakat dan budayanya, namun perlu terus dikontrol agar penggunaannya tetap pengacu pada kaidah kebahasaan yang sesuai dengan tata nilai budaya, serta sosio-politis yang ada.
Dalam pembahasan ini difokuskan pada masalah-masalah arti akronim, manfaat akronim dalam perkembangan bahasa Indonesia, pola kontruksi akronim bahasa Indonesia, dan aying sosio-politis yang melandasi perkembangan akronim.


B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Arti Akronim
2.      Fungsi Akronim
3.      Akronim sebagai Semboyan dan Media Humor
4.      Pola Konstruksi Akronim Bahasa Indonesia
5.      Alasan Politis Pelembagaan Akronim


BAB II
PEMBAHASAN
1.      Arti Akronim

Dalam Dictionary Language and Linguistic, Hartman (1973: 1) menyatakan bahwa “acronyms are words formed from the initial letters of the words in phrase.” Melihat semakin kompleksnya proses bentukan akronim, dalam Websters Ninth New Collegiate Dictionary dinyatakan bahwa “acronyms is a woed forms from the initial, syllables of letters of otherwords.” Sejalan dengan pernyataan tersebut, Rahman (1981 : 143) mengartikan akronim sebagai hasil gabungan silabe kata huruf dari aying kelompok kata ataupun gabungan silabe kata dalam frase. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan batasan akronim sebagai kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagisan lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar (Moeliono dkk, 1994 : 4). Kita mengenal rudal, tilang, kabag, sebagai kependekan dari peluru kendali, bukti pelanggaran, dan kepala bagian.
Jika diperhatikan, beberapa arti yang ditulis para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa:
1.      Akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata;
2.      Akronim dibentuk dari sebuah frase; dan
3.      Akronim ditulis dan dilafalkan seperti kata.
Dengan kaca mata linguistik, Bauer (1984) mensejajarkan gejala pengakroniman dengan kliping (clipping) dan blending (blends) sebagai gejala pembentukan kata yang tidak dapat diramalkan. Nauer (1984 : 233-240) menjelaskan perbedaan antara ketiga gejala tersebut. Kliping didefinisikan sebagai proses pemendekan leksim (simpleks atau pun kompleks) yang tidak mengubah makna dan kelas katanya. Di masyarakat dikenal prof., dok., lab. Sebagai kependekan dari aying al, dokter, laboratorium.Blending adalah sebuah leksem baru yang dibentuk dari bagian dua atau lebih kata lain yang tidak jelas kerangka analisis morfologinya. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai slithy (little and slimy) dan accology (architechtural and ecology).Definisi akronim yang dikemuakan oleh Bauer sejalan dengan beberapa defiisi yang telah dikemukakan sebelumnya. Sebuah kata yang dibuat dengan meletakkan huruf awal kata pada nama atau frase yang diperlukan sebagai kata baru.
Bentuk akronim yang sudah terlalu lama “diakui” sebagai kata, asa kecenderungan dilupakan kepanjangannya.Bahkan masyarakat cenderung memilih penggunaan bahasa yang lebih singkat.Pengguna bahasa Indonesia saat ini cenderung lupa atau kata bemo berasal dari becak bermotor.Tidak meutup kemungkinan, bentuk-bentuk seperti tilang, bimas, Hansip, anglingdarma, dan lain-lain oleh generasi yang akan dating tidak mengetahui lagi asal-usulnya dan dianggap sebagai sebuah kata utuh.
2.      Fungsi Akronim
Terlepas dari berbagai kelemahannya, dari waktu ke waktu, akronim semakin mendapat tempat dalam penggunaannya di masyarakat kita. Hal ini bias terjadi karena ditengarai akronim memiliki beberapa fungsi. Semula fungsi akronim tidak lebih dari singkatan.Pada akhir-akhir ini fungsi tersebut mengalami perluasan. Akronim bias digunakan sebagai penyingkat fase atau nama, semboyan, dan media humor.
3.      Akronim sebagai Semboyan dan Media Humor
Kita berkeliling dari kota yang satu ke kota yang lain di Indonesia ditemukan akronim-akronim yang digunakan sebagai semboyan. Semboyan ini berdirikan daerah masing-masing.Warga Kabupaten Kediri berupaya agar daerahnya Bersinar Terang (bersih, menarik, tertib, dan aman).Jombang dikenal dengan semboyan sebagai Kota Beriman (bersih, indah, dan aman).Munculnya semboyan dalam bentuk akronim merupakan salah satu bentuk hegemoni bahasa yang dilakukan oleh kaum birokrat dan politis.
Selain sebagai semboyan, tak terhitung banyaknya akronim yang dihadirkan sebagai media humor atau berseloroh.Dalam hal ini sekedar ayi dihadirkan akronim humor yang digunakan dalam penuturan, seperti berikut ini.
Himapala    = himpunan mahasiswa paling lama
Susu Tante   = sumbangan suka rela tanpa tekanan
Simanse       = simpanse pakai batik
APEC          = Asosiasi Pedagang Eceran
FIP             = Fakultas Ilmu Pelawak
Meluasnya akroniminasi menunjukkan bahwa tidak ekuivalen hubungan antara akroniminasi dengan tingkatan social dan intelektualitas masyarakat. Di lingkungan masyarakat luas, subur berkembang akronnim humor yang beragam.
Akronim humor ini cendeung dimunculkan oleh penutur dalam suasana santai.Akronim-akronim tersebut muncul atas dasar iseng para penutur untuk bercanda dengan teman sebayanya.Penutur berusaha membiasakan kepanjangan akronim yang ada atau menghadirkan akronim baru berdasarkan kata-kata yang ada dalam bahasa.

4.      Pola Konstruksi Akronim Bahasa Indonesia
Pola konstruksi akronim bahasa Indonesia yang berkembang saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a.)    Rangkaian suku awal setiao aying
Konjen   = Konsulat Jenderal
Bima (kereta api)   biru malam
Balita     = bawah lima tahun
b.)    Rangkaian suku awal aying pertama dengan aying kedua secara utuh
buras   = bukan ras
Angair   angkatan air
c.)    Rangkaian suku awal aying pertama dengan aying kedua
Markus   = makelar kasus
sarling    =  sadar lingkungan
Dansek   = komandan aying
d.)   Rangkaian suku awal aying pertama dengan suku terakhir kedua
duren   = duda keren
jukir     = juru parkir

Berdasarkan deskripsi tersebut diatas tampak betapa tidak taat asanya pola konstruksi akronim bahasa Indonesia.Hal ini berpengaruh pada ciri keilmiahan bahasa Indonesia.Di samping bersifat arbirter, bahasa sebagai alat komunikasi bersifat konvensional.Hal ini menunjukkan lemahnya antologi, epistomologi, dan kontribusi kerangka pembentukan kata bahasa Indonesia.Demikian pula, jika dilihat dari kerangka berpikir Chomsky yang menyatakan bahwa ilmu bahasa harus memiliki kepadaan observasional, deskriptif, dan eksplanatori. Keberadaan akronimisasi bahasa Indonesia tidak memenuhi kepadaan eksplanatori.
Sering kita merasakan bahwa komposisi akronim semakin lama semakin rumit, bahkan semakin sederhana dan mudah dipahami sebagaimana yang diharapkan dari suatu wacana yang komunitatif. Penggunaan bahasa Indonesia sering juga “menyingkat akronim” atau “mengakronimkan akronim”. Dalam bahasa Indonesia dikenal adanya IDT (Inpres Desa Tertinggal), AMD (ABRI Masuk Desa), Pangab (Panglima ABRI), dan lain-lain. Pengguna bahasa Indonesia mengetahui bahwa Inpres, ABRI, danUAN  itu akronim. Yang perlu dipertanyakan, penyingkatan / pengakroniman semacam itu merupakan tindakan kreativitas berbahsa ataukah “pemerkosaan bahasa?”.
Gejala lain yang muncul adalah komposisiakronim adalah lahirnya majas pleonasme. Penggunaan bahasa Indonesia berusaha menjelaskan sesuatu yang sudah jelas terwakili dalam akronim. Kita mengenal Bank BNI, Bank BRI ,dan Partai PAN. Kata bank sebenarnya sudah ada pada BNI (Bank Negara Indonesia) dan BRI (Bank Republik Indonesia) dan kata partai sudah ada pada PAN (Partai Amanat Nasional).
5.      Alasan Politis Pelembagaan Akronim
Perkembangan akronim merupakan bagian dari hegemoni politik bahasa Indonesia yang menurut Daniel Dhakide dalam Latif dan Ibrahim (1996) merupakan bagian terpenting wacana politim Indonesia (sejak Orde lama hingga Orde baru). Dalam hegemoni politik bahasa Indonesia ini, bahasa tidak dimengerti secara konteks konvensional perspektif, sekedar alat netral untuk menjelaskan fakta social politik, bahasa dipandang sebagai representasi penggelaran berbagai macam kuasa. Sebagai bagian dari wacana politik, pengakroniman bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pembanguna pada setiap tingkat dan ranah kehidupan berbangsa dan bernegara. Perlibatan dalam pembangunan ini memprasangkakan perkembangan berbagai kepentingan, kekuatan, kuasa, proses hegemoni, dan hegemini tandingan dalam proses pengakroniman.
Dengan memperhatikan kedudukan akronim dalam proses pelibatan masyarakat dalam pembangunan, berikut ini dikemukakan alasan politik perkembangan.



BAB III
                                                            KESIMPULAN
1.)    Akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.
2.)    Akronim sebagai salah satu dari tiga geja;a perkembangan bahasa yang sedang melanda baha Indonesia sering terhambat, bahkan menyumbat jaringan komunikasi antara penulis / pembicara dengan pembaca / penyimak.
3.)    Secara linguistik, akronim merupakan gejala wajar prkembangan bahasa. Bukan hanya pada bahasa yang sedang berkembang sebagaimana bahasa Indoneisa, maleainkan akronim berkembang pesat pada bahasa-bahasa lain yang telah maju seperti bahasa Inggris.
4.)    Ciri morfologis akronim bahasa Indonesia menunjukkan gejala tidak taat asas. Hal ini dapat berpengaruh pada ciri keilmiahan bahasa Indonesia bahkan mengacaukan tindak komunikasi.
5.)    Secara sosiologis, di samping berfungsi sebagai pemendekan frase atau nama, akronim juga berfungsi sebagai semboyan dan media humor.
6.)    Secara Politis, pelembagaan akronim didasarkan pada abstrak: a.) mengomunisasikan identitas (daerah), b.) doronga spiritual nasionalis dan religious, dan c.) pemitosan pada masa lalu.
7.)    Perkembangan dan penggunaan akronim dalam bahasa Indonesia perlu terus didorong sesuai dengan perkembangan dan budayanya, namun perlu terus dikontrol agar penggunaannya tetap pengacu pada kaidah tata nilai budaya, serta sosio-politis yang ada.





DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, T.. 1995. Situasi Kebahasaan Masa Kini: Faktor Eksternal Kebahasaan danPerspektif Sejarah.”Makalah Disajikan dalam Seminar Nasional SejarahPerkembangan Bahasa Indonesia”.Universitas Udayana, Denpasar, Tanggal 27-28 Juli 1995.
Anwar, Kh..1994. Beberapa Aspek Sosio-Kultural Masalah Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Moeliono dkk..1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Pasmidi, A. 1992. Kamus Akronim, Inisialisme, dan Singkatan. Jakarta: Grafiti.
Rahman, A. 1981.Polusi Lingkungan dan Kehidupan Bahasa Indonesia.“MajalahPembinaan Bahasa Indonesia.”II, (3) hlm.133-151.
Sumowijoyo, Gatot Susilo. 2001. Pos Jaga Bahasa Indonesia. Surabaya: Unesa.




Akhlak Tasawuf


“RABIATUL ADAWIYAH”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas:
AKHLAK TASAWUF


                                  Gambar terkait

Dosen Pembimbing:
Al-Ustadzah Nurul Azizah M.Pd

Disusun Oleh:
Amy FitrianiSiregar
(3920181281083)

PROGAM PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR PUTRI
2018-2019 M/1439-1440 H




BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, sejenis aliran mistik dalam agama Islam. Sudah menjadi hal yang umum sejak zaman dulu bahwa yang menjadi tokoh sufi adalah berasal dari kalangan kaum laki-laki, salah seorang ini adalah dari kaum perempuan yaitu Rabiatul Adawiyah.
 Beliau adalah seorang sufi muslimah, hidupnya tidak pernah bergelimang harta tapi beliau tetap selalu bersabar dan bermunajad kepada Allah SWT. Beliau hidup membantu ayah nya yang sorang pendayung sampan untuk menyebrangi sungai setiap harinya.
A.   RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan sufi? Siapakah sufi muslimah ?
2.      Jelaskan tentang kehidupan Rabiatul Adawiyah ?
3.      Apa pandangan para ulama pada Rabiatul Adawiyah?
4.      Sebutkan puisi Rabiatul Adawiyah?
5.      Sebutkan sifat-sifat dari Rabiatul Adawiyah?

B.   TUJUAN PEMBAHASAN
1.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan sufi dan sufi muslimah
2.      Untuk mengetahui tentang kehidupan Rabiatul Adawiyah
3.      Untuk mengetahui pandangan para ulama tentang Rabiatul Adawiyah
4.      Untuk mengetahui puisi-puisi Rabiatul Adawiyah
5.      Untuk mengetahui sifat-sifat Rabiatul Adawiyah
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Rabiatul Adawiyah seorang wanita sufi
Rabiatul adawiyah adalah seorang wanita sufi, pada dasarnya jika sufi itu dari laki-laki sudah hal yang sewajar nya tapi Rabiatul Adawiyah adalah seorang wanita sufi yang memperkenalkan ajaran Mahabbah (cinta) illahi. sebuah jenjang (maqam) atau tingkatan yang dilalui oleh seorang salik (penempuh jalan Ilahi).
Selain Rabi’ah al-Adawiyah, sufi lain yang memperkenalkan ajaran mahabbah adalah Maulana Jalaluddin Rumi, sufi penyair yang lahir di Persia tahun 604 H/1207 M dan wafat tahun 672 H/1273 M. Rabiatul Adawiyah juga disebut dengan sufi, apa itu sufi? Sufi adalah mereka yang mendalami ilmu tassawuf, sejenis aliran mistik dalam ilmu tassawuf.
Dan orang-orang yang menjadi sufi yaitu :
1.      Al-Hallaj
2.      Jalaluddin Rumi
3.      Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan Ba’alawi
4.      Syekh Abdul Qadir Jaelani
5.      Abu Nawas
6.      Syekh Abul Hasan Asy Syadzili[1]
Dan semua adalah kalangan laki-laki sangat jarang seorang wanita mendalami ilmu tasowuf ini seperti nama-nama yang tertera diatas.


[1]Syinen, “FULL KISAH RUBIYAH AL ARABIYAH DARI BERBAGAI MACAM VERSI”, file:///C:/Users/User/Downloads/rabiatul/full-kisah-rubiah-al-adawiyah-dari.html, Tanggal 18 September 2018, pukul 19.35 
A.    Kehidupan Rabiatul Adawiyah
Rabiatul Adawiyah adalah seorang wanita yang lahir di Persia pada tahun 604 H/1207 M. Ia adalah seorang yang sangat miskin , ayah nya adalah pendayung sampan bernama Ibrahim dan tidak banyak orang yang tau tentang ayahnya, agar sampannya selalu ada penumpang ayah nya menyuruh Rabiatul Adawiyah untuk menyanyi diatas sampannya mulai dari situlah banyak penumpang yang menyukai tentang lagu nya dan sya’ir.
 Ayah nya tidak pernah berfikir untuk meminta-minta karena ayah nya tau kalau bantuan Allahakan datang kapan saja, ayahnya memiliki empat anak dan Rabiatul Adawiyah anak yang ke-empat ini walaupunayah nya  miskin selalu memegang prnsip teguh dari para ayah nya.
Sampai pada akhirnya ayah nya meninggal dunia Rabiatul Adawiyah lah yang menggantikan posisi ayahnya menjadi pendayung sampan. Rabiatul Adawiyah menjadi seorang yang selalu taat kepada Allah selalu berzikir kepada Allah dan selalu mencari ridho dari tuhan nya seolah hidupnya hanya untuk Allah semata dan hanya untuk mencari ridho dari Allah semata.

B.     Sya’ir  Rabiatul Adawiyah
Rabiatul Adawiyah sebagai seorang sufi ia mermunajad kepada Allah sambil manyiarkan sya’ir di dalam do’anya kepada Allah salah satunya adalah:
"Jangan engkau bersedih, karena kelak dikemudian hari orang-orang yang dekat denganKu (Allah SWT) akan cemburu melihat kedudukanmu".
Hidup nya juga unuk selalu berzuhud kepada Allah, danjuga mengisinya dengan beribadah kepada Allah SWT yang menjadi tumpuan kecintaan nya kepada Allah, sebagaimana yang beliau katakan:
"Aku tinggalkan cintanya Laila dan Su'da mengasing diri Dan kembali bersama rumahku yang pertama. Dengan berbagai kerinduan mengimbauku, Tempat-tempat kerinduan cinta abadi".
Pada suatu hari Rabiatul Adawiyah ditanya kenapa ia menjadi seorang zahid (tak tertarik pada kesenangan duniawi) dan tak tertarik dengan pertolongan orang lain, ia menjawab:
“Saya malu meminta sesuatu pada Dia yang memilikinya, apalagi pada orang-orang yang bukan menjadi pemilik sesuatu itu. Sesungguhnya Allah lah yang memberi rezeki kepadaku dan kepada mereka yang kaya. Apakah Dia yang memeberi rezeki kepada orang yang kaya, tidak memberi rezeki kepada orang-orang miskin? Sekiranya dia menghendaki begitu, maka kita harus menyadari posisi kita sebagai hamba-Nya dan haruslah kita menerimanya dengan hati rida (senang).”[1]

C.    Pandangan Para Ulama
Para ulama memandang Rabiatul Adawiyah sebagai tonggak yang sangat penting pada ilmu tasowuf ini, karena dengan ilmu ini tasawuf ia mengajarkan untuk tidak takut kepada Allah melainkan untuk tambah mencintai Allah SWT.
 Rabi'ah telah membuka jalan ma'rifat Illahi sehingga ia menjadi teladan bagi para cendikiawan muslim, seperti Sufyan ath-Thawri, Rabah bin Amr al-Qaysi, dan Malik bin Dinar.Ajaran-ajaran nya terhadap ilmu tasowuf  dan sumbangan nya sangat besar, sebagai seorang guru dan penuntut kehidupan sufistik Rabiah menjadi panutan para ulama dan selalu menjadi bahan pembicaraan nya dan mengutip sya’ir-sya’ir dari seorang Rabiatul ini.
 Di antaramereka adalah Abu Thalib al-Makki, As-Suhrawandi, dan teolog muslim, Al-Ghazali yang mengacu pada ajaran-ajaran Rabi'ah sebagai doktrin-doktrin dalam sufisme.
Salah satu dari sya’ir nya adalah:
            “Aku cinta padamu dua macam cintaCinta rindu
dan cinta karena engkau berhak menerima cintaku
Adapun cinta, karena Engkau
Hanya Engkau yang aku kenang tiada yang lain
Adapun cinta karena Engkau berhak menerimanya
Agar Engkau buka kan aku hijab
Supaya aku dapat melihat Engkau
Pujian atas kedua perkara itu bukanlah bagiku
Pujian atas kedua perkara itu adalah bagi Mu sendiri”.
D.    Puisi-puisi Rabiatul Adawiyah
1.      Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku.

2.      Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang
yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
dari hadapan-Nya, walau ujudmu
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu.

3.      Aku pahami sebagai pertanda
Atas keagungan-Mu
Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu dan
Sebagai kabar berita bagi manusiaBahwa tak satu pun ada
Yang menandingi dan menyekutui-Mu.[2]



E.     Sifat-sifat Rabi’atul Adawiyah
a.       Sabar
Rabiatul Adawiyah selalu hidup miskin tetapi ia selalu bersabar dalam menghadapi segala ujian yang datang dari Allah. Seperti walau ia setiap hari harus mendayung sampan dengan ayah nya dia tetap membantu ayah nya,apalagi ketika sampan ayahnya dicuri dia tetap bersabar dan meminta petunjuk dengan Allah.
b.      Bersyukur
Rabiatul Adawiyah selalu bersyukur dengan apa yang diberikan kepada Allah dengan cara meningkatkan amalan kerohanian nya. Dia dipimpin dengan seorang mursyid yang bernama Hasan Albasri dan mengembangkan dirinya untuk bermunajad kepada penciptanya.
c.       Berzuhud
Rabiatul Adawiyah tinggal di pondok kecil tidur dengan serphan tembukar dan berselimut sepucuk tikar lusuh. Zuhud bukan berarti miskin tetapi memfokuskan diri terhadap Allah SWT dan tak pernah memikirkan Allah karena dengan merzikir kepadanya itu sudah cukup.[3]

F.     Akhir hidup Rabiatul Adawiyah
Ketika sepulang nya Rabiaul Adawiyah dari Makkah selesai dari melaksanakan ibadah haji kesehatan nya semakin memburuk, Ia tinggal bersama sahabatnya, Abdah binti Abi Shawwal yang menemani nya selama ini hingga pada saat-saat terakhirnya, Rabiah tak pernah untuk ingin menyusahkan orang lain hingga pada saat ia meninggal pun Abdah binti Abi Shawwal lah yang membungkus jenazah nya sesuai dengan apa yang ia perintahkan. ia membungkus jenazah nya yang telah disediakan sejak lama. Banyak orang-orang yang mendampinginya tapi ia menolak. Rabiah diperkirakan meninggal dalam usia 83 tahun pada tahun 801 Masehi / 185 Hijriah dan dimakamkan di Bashrah, Irak.[4]


BAB
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, sejenis aliran mistik dalam agama Islam. Sufi muslimah yaitu Rabiatul Adawiyah.
2.      Rabiatul Adawiyah adalah seorang wanita yang lahir di Persia pada tahun 604 H/1207 M. Ia adalah seorang yang sangat miskin , ayah nya adalah pendayung sampan bernama Ibrahim dan tidak banyak orang yang tau tentang ayahnya. Sampai pada akhirnya ayah nya meninggal dunia Rabiatul Adawiyah lah yang menggantikan posisi ayahnya menjadi pendayung sampan. Rabiatul Adawiyah menjadi seorang yang selalu taat kepada Allah selalu berzikir kepada Allah dan selalu mencari ridho dari tuhan nya.
3.      Para ulama memandang Rabiatul Adawiyah sebagai tonggak yang sangat penting pada ilmu tasowuf ini, karena dengan ilmu ini tasawuf ia mengajarkan untuk tidak takut kepada Allah melainkan untuk tambah mencintai Allah SWT.
4.      Aku pahami sebagai pertanda
Atas keagungan-Mu
Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu dan
Sebagai kabar berita bagi manusiaBahwa tak satu pun ada
Yang menandingi dan menyekutui-Mu.
5.      Penyabar, selalu bersabar, selalu berzuhud kepada Allah

B.     PENUTUP
Demikian tentang paper saya yang berjudul “Kehidupan Rabiatul Adawiyah”, kami tutup dengan bacaan alhamdallah semoga dapat menambah wawasan tentang salah satu sufi ini. Mohon maaf jika terjadi sebuah kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Allah semata. Terimakasih

DAFTAR PUSTAKA


1.      Syinen, , “FULL KISAH RUBIYAH AL ARABIYAH DARI BERBAGAI MACAM VERSI”, Tanggal 18 September 2018,  file:///C:/Users/User/Downloads/rabiatul/full-kisah-rubiah-al-adawiyah-dari.html
2.      “Rabi’ah Al-adawiyah”,tanggal 18 September 2018, tasawuf /rabiatul/rabi’ah-al-adawiyah.htm
3.      Setiyawan Dwiki, “puisi-puisi Rabi’ah Al-adawiyah as-sufi”, , tanggal 19 September 2018,  tasawuf/rabiatul/puisi-puisi-sufi-rabiah-al-adawiyah.html
4.      Islam Fajrul, “10 sifat teladan Rabiatul Adawiyah”, tanggal 19 September, 2018 http//10 sifat rabiatul adawiyah untuk diteladani.html
5.      Rabi’ah Al-adawiyah, , tanggal 19 September 2018https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rabi%27ah_al-Adawiyyah&oldid


[1]“Rabi’ah Al-adawiyah”, tasawuf/rabiatul/Rabi'ah_al-Adawiyyah.htm, tanggal 18 September 2018, pukul 20.18
[2]Setiyawan Dwiki, “puisi-puisi Rabi’ah Al-adawiyah as-sufi”,  tasawuf/rabiatul/puisi-puisi-sufi-rabiah-al-adawiyah.html, tanggal 19 September 2018, pukul 08.17
[3]Islam Fajrul, “10 sifat teladan Rabiatul Adawiyah”, http//10 sifat rabiatul adawiyah untuk diteladani.html, tanggal 19 September 2018, pukul 10.05
[4]Rabi’ah Al-adawiyah, https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rabi%27ah_al-Adawiyyah&oldid=13756817, tanggal 19 September 2018, pukul 10.20